Rabu, 16 April 2008

catatan pinggir

Hidup adalah sebuah pilihan...namun kadang kita terkondisikan untuk memilih sesuatu yang tidak kita pernah kita bayangkan. Menjadi jurnalis bisa disebut sebagai sebuah pilihan, namun ternyata bagi saya kok jadi sebuah panggilan. Mungkin lebih tepatnya ada 'invicible hands' yang menuntun saya ke jalan ini. Berawal dari sebuah keisengan mendaftar di sebuah radio swasta jadi penyiar, hingga keisengan mendaftar untuk jadi video journalist. Ketika jalan yang lain seolah tertutup...celah ini terbuka lebar. Anehnya sungguh saya dapat menikmati kehidupan broadcast yang serba cepat, serba mobile, dan tentunya serba penuh pressure. Ah...biarlah ini menjadi sebuah rangkaian catatan hidup yang terus melaju. It's just the begining of my journey....wich I don't even know where to end...